Take a fresh look at your lifestyle.

1.016 Calon Haji Kabupaten Tegal Batal Berangkat ke Tanah Suci

178

SLAWI-Tahun ini, sebanyak 1.016 calon jemaah haji asal Kabupaten Tegal dipastikan gagal berangkat setelah Menteri Agama RI Fachrul Razi mengeluarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji  tahun  1441 H/2020 masehi. Keputusan tersebut diambil dengan menimbang sejumlah hal termasuk faktor keselamatan terkait pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Sukarno melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) , Mujahidin Nurburhan mengatakan, calon jemaah haji yang batal berangkat ke tanah suci tahun ini akan diberangkatkan pada pemberangkatan haji 1442 H/ 2021 masehi.

Berkaitan dengan pembatalan pemberangkatan haji, calon jemaah haji diberi keleluasaan mengajukan pengembalian dana pelunasan. Untuk pengembalian calon jemaah bisa mengajukan permohonan melalui Kemenag Kabupaten Tegal dengan surat permohonan, menyertakan asli tanda lunas, fotocopy KTP dan fotocopy rekening.

“Jumlah yang diambil hanyalah sebesar biaya pelunasan, tidak termasuk  biaya setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang sebesar Rp 25 juta,”jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/6).

Nurburhan mengatakan, sebanyak 1.016  calon jemaah haji tersebut  sudah melakukan pelunasan BPIH. Adapun jumlah calon jemaah yang ada sebanyak 1.027 orang.

Menurutnya, pembatalan penyelenggaraan haji 1441 H telah disampaikan kepada Pemda Kabupaten Tegal melalui Kabag Kesra, Kepala KUA, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Dinas Kesehatan dan a calon jemaah.

 Nurburhan mengatakan, dari 1.016 calon jemaah haji,  yang  tertua  memiliki usia  96 tahun, asal Desa Karangmangu, Kecamatan Tarub.

Dia mengatakan, tahapan haji yang sudah dilakukan  diantaranya pembuatan paspor, pelunasan, dan scan paspor.

“Yang belum dilaksanakan adalah manasik haji  tingkat  kecamatan dan kabupaten. Dengan adanya pembatalan penyelenggaraan haji  1441 H, maka tidak  jadi manasik,”ungkapnya.

Nurburhan menambahkan, untuk calon jemaah haji diharapkan menyimpan pakaian ihram dan batik yang sudah dibagikan. Pakaian tersebut akan digunakan tahun depan. Sementara itu,  buku manasik untuk jemaah,dalam waktu dekat akan dibagi setelah dapat dari Kanwil Kemenag Jateng.

Secara terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Tegal, Muhtadi menyebutkan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Biro Kesra Pemrov Jateng terkait dengan Petugas Haji Daerah (PHD). Menurutnya, Pemkab Tegal telah melunasi BPIH untuk delapan PHD yang terdiri atas empat orang pendamping umum, dua orang pendamping ibadah dan dua orang pendamping kesehatan.

“Apakah BPIH akan kembali ke kas daerah atau tidak, kami menunggu petunjuk leboh lanjut,”katanya.

Muhtadi mengungkapkan, semula calon jemaah haji akan diberangkatkan dengan empat kloter.Yakni, Kloter 87 dengan jemaah asal Kabupaten Brebes, Kloter 88 dan 89 dan Kloter 90 gabung dengan Jemaah Haji Kabupaten  Pemalang.

Kabag Kesra Kabupaten Tegal, Muhtadi

Muhtadi mengatakan, Pemkab Tegal telah menyiapkan anggaran untuk pemberangkatan  haji  dari Kabupaten Tegal ke asrama haji dan pemulangan dari asrama haji ke Kabupaten Tegal.

“Dengan adanya pembatalan penyelenggaraan haji 1441 H anggaran akan direfokusing untuk yang lain,”tuturnya.

Sementara itu , Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tegal, Joko Wantoro menyebutkan, pemeriksaan kesehatan lanjutan untuk calon jemaah belum dilakukan. Rencana awal dilakukan 20 Mei, tapi diundur tanggal 1 Juni, tapi ternyata penyelenggaraan haji dibatalkan. “Kami masih menunggu petunjuk dari Kemenag dan Pusat ,”imbuhnya. (Sari/Red-06

BERITA LAINNYA